RSS

Category Archives: Syair Pujangga

Ketika Tuhan Jatuh Cinta

Langit adalah kitab yang terbentang,
Bumi adalah kitab yang terhampar,
Manusia adalah kitab yang berjalan,
Sedangkan Al Qur’an adalah cahaya di dalam kegelapan.

Tidakkah kau renungkan bahwa segala intrik yang terjadi di dalam hidup, hingga memaksa meneteskan air mata adalah pertanda ketika Tuhan jatuh cinta?

Wahyu Sujani dalam Novel Ketika Tuhan Jatuh Cinta

 
Leave a comment

Posted by on 17 June 2014 in LENTERA HATI, Syair Pujangga

 

Nasib Si Miskin

Nasib si miskin, tiap sesuatu menjadi musuhnya.
Setiap manusia menutup pintu jangan dia masuk ke rumahnya.

Engkau lihat dia dibenci, padahal dia tidak bersalah.
Di mana-mana dia dimusuhi, padahal tidak kelihatan apa sebabnya.

Sehingga anjing pun, kalau dia melihat orang kaya, ditundukkannya kepalanya dan
dikibaskannya ekornya.

Dan kalau dilihatnya suatu hari orang miskin sengsara.
Dia menyalak dan diseringaikannya giginya……

abul ahnaf

 
Leave a comment

Posted by on 27 March 2014 in Syair Pujangga

 

Lalu bapakmu akan berkata, bintang tak pernah secantik tampakannya, tak sedekat yang kita duga. Ia cuma penghias panas  malam para pemimpi.

Tapi aku mau terbang, Aku mau menyentuh bintang, Jika ujung jariku melepuh, akan kubelah lima. Dan kubawa pulang dengan sepasang tangan berjari lima puluh.

so wonderfull..

( sebuah prelude dalam Cala Ibi , Nukila Amal)

 
Leave a comment

Posted by on 10 May 2012 in PERSONAL, Syair Pujangga

 

Sajak Desember

sapardi djoko damono

kutanggalkan mantel serta topiku yang tua
ketika daun penanggalan gugur
lewat tengah malam. kemudian kuhitung
hutang-hutangku pada-Mu
mendadak terasa: betapa miskinnya diriku;
di luar hujan pun masih kudengar
dari celah-celah jendela. ada yang terbaring
di kursi letih sekali
masih patutkah kuhitung segala milikku
selembar celana dan selembar baju
ketika kusebut berulang nama-Mu; taram
temaram bayang, bianglala itu

 
Leave a comment

Posted by on 3 December 2011 in PERSONAL, Syair Pujangga

 

BATU…

Sutardji Calzoum Bachri

batu mawar
batu langit
batu duka
batu rindu
batu jarum
batu bisu
kaukah itu
teka
teki
yang
tak menepati janji? Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on 25 October 2011 in PERSONAL, Syair Pujangga

 

Hujan Bulan Juni

Sapardi Joko Damono

“tak ada yang lebih tabah dari hujan bulan juni
dirahasiakannya rintik rindunya kepada pohon berbunga itu
tak ada yang lebih bijak dari hujan bulan juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya yang ragu-ragu di jalan itu
tak ada yang lebih arif dari hujan bulan juni
dibiarkannya yang tak terucapkan diserap akar pohon bunga itu”

 
Leave a comment

Posted by on 14 June 2011 in PERSONAL, Syair Pujangga

 

Puisi Rendra

Sering kali aku berkata, ketika orang memuji milikku,

bahwa sesungguhnya ini hanya titipan,

bahwa mobilku hanya titipan Nya,

bahwa rumahku hanya titipan Nya,

bahwa hartaku hanya titipan Nya,

bahwa putraku hanya titipan Nya,

tetapi, mengapa aku tak pernah bertanya, mengapa Dia menitipkan padaku? Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on 26 May 2011 in LENTERA HATI, Syair Pujangga

 
 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 26 other followers