RSS

Semusim yang lalu

21 May

Dan kau hanyalah musim,yang tiba tiba datang,singgah,kemudian bergegas pergi..
Aku samar membaca isyaratmu,
Lewat desau angin kala itu

Kata Sahabat…

jejak yang kau labuhi masih melekat
entah apa yang membuatnya terluka menunggumu.

Aku

kau telah menyisakan sepi di ruang hati…tak kubiarkan kau kembali bermain dlm imajinasi hinggap- hinggap kau menjejak…

Kata Sahabat….

lalu pertempuran melawan sepipun harus aku alami. melawanmu adalah melawan jiwaku. di keningmu kutitipkan jiwaku yang lelah.

( sajak lama yang tak sempat tertulis)

 
Leave a comment

Posted by on 21 May 2011 in PERSONAL

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: