RSS

Mengobati Cacar Air dengan Cara Tradisional

06 Feb

Beberapa waktu lalu, Fikra dan Aisya, juga beberapa saudara yang lain terkena cacar air. Gejala Cacar air diawali dengan demam yang tinggi, nafsu makan berkurang, tenggorokan terasa kering dan sakit. Hari Kedua panas mulai menurun, tapi tenggorokan tetap terasa sakit, dan kulit sudah terasa gatal dan nyeri. Jangan lupa untuk memperbanyak minum air putih. Setelah itu baru muncul bintik-bintik kecil yang berisi air, yang semakin hari akan bertambah lebih besar. Bintik-bintik terasa gatal, panas dan nyeri, jadi jangan digaruk ya. Hindari memencet cacar air apalagi yang ada di wajah karena akan mengakibatkan bekas yang berlubang-lubang dan susah hilang. Nah berikut perawatan cacar air secara tradisional yang diajarkan ibu dan mbah-mbah saya…..

Bahan -Bahan :

Daun Cangkring atau Dadap bunga merah

Daun Cangkring atau Dadap
Sumber gambar : Wikipedia

1. Daun Cangkring atau dadap adalah tanaman perdu yang digunakan sebagai peneduh dan sebagai pagar halaman, atau biasa digunakan sebagai tanaman penghijau di pinggir jalan.  Rantingnya berduri kecil-kecil. Bunga berwarna merah menyala. Contoh ( di dekat XT Square Jogja, bekas Terminal lama)

2. Adas Pulosari/ Adas Pulowaras
Tanaman ini biasanya dijual di toko obat jawa /jamu-jamu jawa atau cina dalam bentuk kering dan biasanya sudah satu paket. Adas berupa biji dan Pulosari adalah kulit batang kayu. berikut gambar biji adas dan kayu pulosari :

buah-adas sumber : tanamanobat.wordpres

buah-adas
sumber : tanamanobat.wordpress

pulosari Sumber gambar : detikfood.com

pulosari
Sumber gambar : detikfood.com

Caranya :

Daun Cangkring dan Adas Pulowaras ditumbuk jadi satu , kemudian diberi sedikit air, dipake sebagai lulur seluruh badan yang terkena cacar air. Pakai saat pagi dan malam menjelang tidur, atau sesuai kebutuhan ketika rasa gatal nyeri, dan panas menyerang.  Ramuan ini efeknya terasa dingin di kulit jika dipakai.

Jika pemakaian dilakukan rutin  dalam waktu 2 hari cacar akan mengering, meskipun sudah mengering jangan digaruk. Apabila cacar air  sudah kering daun cangkring dan adas pulowaras/pulosari direbus dengan air dan digunakan untuk mandi. Untuk takaran penggunaannya saya tidak memakai takaran he..he..he🙂 , saya kira-kira sesuai kebutuhan saja. Oh ya jangan lupa minum parasetamol untuk penurun panas ( kalau yang ini minum sesuai aturan pemakaian ya) atau kalau mau yang tradisional saya memakai kapsul cacing ( saya memakai Vermint). Setelah itu untuk menghilangkan bekas-bekas cacar air sebaiknya gunakan parutan jagung manis, atau lebih praktisnya pakai bedak dingin jebuk sari yang dijual di toko-toko. Selamat Mencoba…semoga bermanfaat… 🙂😉

 
4 Comments

Posted by on 6 February 2013 in CAKRAWALA, TIPS & TRIKS

 

Tags: , , ,

4 responses to “Mengobati Cacar Air dengan Cara Tradisional

  1. wirdan

    24 June 2015 at 12:05 PM

    maksih tipnya mbak… beli adas pulosari dimna ya? aku call aja ya..

     
    • henydwi

      24 June 2015 at 12:20 PM

      di pasar kotagede ada, di kios jamu kering

       
  2. sigit

    22 July 2015 at 6:40 AM

    mbak..minta solusi..selain obat tradisional kalo nyari obat di apotik apa yaa namanya

     
    • henydwi

      27 July 2015 at 1:46 PM

      mohon maaf pak sigit klo yang obat apotik saya tidak tahu, itu lebih baik ke dokter , untuk obat tradisional juga tdk semua sembuh dgn tradisional, tergantung berat ringan sakitnya atau daya tahan tubuh, obat tradisonal lebih bersifat preventif, semoga bermanfaat

       

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: