RSS

Cinta yang Tak Pernah Dusta….

17 Dec


Demi Cinta yang Tak Pernah Dusta

Cinta adalah tembang indah
yang tersusun dari senandung kepahitan
Cinta adalah tembang indah
yang mengalir dari dawai dawai kepedihan
Cinta adalah tembang indah
yang mencuat dari adab hati yang penuh kegelisahan
Cinta adalah tembang indah
yang lahir dari rahim penderitaan
Cinta adalah tembang indah
yang hadir di tengah tengah kesepian

dari Iip Wijayayanto
Ku Bingkai Cintaku di Pelataran Hati

Cinta, satu kata, yang mungkin tidak mudah untuk didefinisikan, karena setiap hati beda-beda dalam menafsirkan apa itu cinta. Cinta itu akan lebih mudah untuk dirasakan dari pada dikatakan. Nah, Cinta yang bagaimana yang pantas untuk kita rasakan, dan kita pelihara dan pertahankan?

Menurut Kahlil Gibran
cinta adalah sarana untuk memahami dua jiwa..
ia bukan kata yang datang dari bibir dan lidah
yang membawa hati bersama-sama..
tidak ada yang lebih besar dan suci daripada apa yang diucapkan mulut..
dia memancarkan jiwa kita,.
bisikkan untuk hati kita..
dan membawa keduanya bersama-sama..
(Kahlil Gibran)

Cinta adalah sesuatu hal yang lahir untuk kebahagian, yang akan melepaskan kepedihan, melepaskan manusia dari penderitaan. Jikalau cinta itu membuat manusia justru terpuruk dan menderita, tentu itu bukanlah cinta, jika cinta bersemayan pada hati yang salah hati yang kotor dan tunduk dengan hawa nafsu maka pengejawantahan cinta itu akan berbeda dari hakikat cinta.

Hakikat cinta adalah hakiki, tulus, dan murni. Cinta yang Hakiki adalah cinta yang tak pernah berdusta, dan hanya cinta yang dipersatukan oleh iman saja. Cinta yang hakiki akan sangat menjaga dirinya dari dusta dan kemaksiatan.

Allah berfirman :

“……Allah menjadikan kamu ‘cinta’ kepada keimanan dan menjadikan keimanan itu indah di dalam hatimu…..”
(QS. Al-Hujuraat [49] ayat 7)

Jelas sekali bahwa Allah menjadikan Cinta Hakiki adalah yang bersumber hanya dari-Nya…

Dalam buku Cinta Dua Kalimat Syahadat karya Mashudi Antoro menyatakan bahwa cinta menjadi unsur terpenting di dalam ibadah. Ia menjadi tolak ukur kesempurnaan keimanan seseorang kepada Tuhan. Karena dengan adanya cinta yang bersarang di dalam hati, maka seseorang akan mengejawantahkan perilakunya dalam ketundukan dan kepatuhan. Barang siapa yang mencintai sesuatu disertai ketundukan dan ke-patuhan, maka jiwa dan kalbunya telah beribadah kepadanya. Dan dalam hal ini hanyalah kepada Allah SWT. Bahkan cinta itu adalah tahapan terakhir (tertinggi) yang bisa dimiliki oleh seorang hamba Allah SWT dalam hal beribadah.
Hidup tanpa cinta bagai siang tanpa mentari, bagai jasad tanpa ruh, bagai hidup tanpa udara. Semua akan terasa hampa dan tidak berarti apa-apa. Cinta akan terasa duka bagi mereka yang menjadikan sebuah cinta itu hanya sebagai kebutuhan semata, padahal cinta adalah sebuah pengabdian dan ketulusan. Cinta akan terus menyesakkan dada seorang generasi muda bila ia berusaha menghirupnya dengan paksaan, karena dalam cinta hanya ada napas yang berhembus perlahan namun pasti dalam kebahagiaan.
Cinta akan agung terasa manakala berpadunya tiap serat-serat sutra kasih sayang dan menjadikannya sebagai lembaran kain kehidupan ini. Cinta adalah anugerah Tuhan yang paling berharga, karena cinta adalah sebuah ketulusan yang membelai jiwamu dengan lembut. Maka dari itu selalu ingatlah bahwa ketika engkau berjalan di atas sebuah cinta, jadikanlah ketulusan hati sebagai landasannya.

Untuk itu kita selalu dianjurkan berdoa memohon padanya agar dihiasi dengan cinta yang indah tulus dan munrni, cinta yang bersumber hanya dari Allah SWT

اللَّهُمَّ اِنِّىْ اَسْئَلُكَ حُبَّكَ وَ حُبَّ مَنْ يُّحِبُّكَ وحُبَّ عَمَلٍ يُّقَرِّبُ اِلى حُبِّكَ

“Ya Allah sesungguhnya aku mohon kepada-Mu agar tetap mencintai-Mu dan mencintai orang yang cinta kepada-Mu, serta cinta yang menghantarkan diriku mencintai-Mu”

Demikian indah bukan??? Dan Orang -orang yang telah memiliki cinta yang hakiki itu cintanya akan bersungguh-sungguh untuk pengabdiannya dia tidak pernah meminta pamrih apapun selain keridhaan-Nya. dan Selama mereka masih hidup, kaki-kaki mereka menjejak dunia sementara hati mereka berthawaf setiap saat di sekitar singgasana Allah. Maka seluruh cinta yang mereka miliki akan mereka persembahkan untuk melayani mereka yang terluka dan mereka yang menderita. Betapa luasnya hati mereka, seluas taman cinta yang begitu universal. Seperti yang dikatakan dan digambarkan oleh Ibnul Qoyim Al Jauziyah
” Kupunya sekeping hati yang ditebari cinta, karena cinta dia rela menghadapi penyiksa, Cinta menebus dirimu dengan pengorbanan jiwa dan kan kutebus pula dengan sesuatu diatas jiwa”
dan hanya manusia sejatilah yang mampu seperti itu, manusia sejati adalah mereka para rasul Allah dan waliyullah yang telah tercerahkan oleh cahaya cinta. Yang kemanapun mereka pergi merka akan membawa penyembuhan bagi derita dan nestapa siapa saja yang terluka. dan cinta yang seperti inilah yang akan membebaskan kita dari belenggu nafsu yang berkelanjutan.

Kembali saya nukil dari Cinta Dua Kalimat Syahadat

Pada tingkatan hakekat, cinta bukanlah pembuktian,
melainkan suatu hal yang dirasakan dan dipahami.
Cinta bukan laksana, tidak seperti, juga bagaikan,
karena cinta adalah cinta dan itulah cinta

dan seperti yang termaktub dalam *Petikan puisi Rumi dalam Diwan Shamsi Tabriz diterjemahkan oleh Abdul Hadi W.M
Sumber : Novel Ketika Cinta Bertasbih 2 halaman 69, cetakan ke-1, Nopember 2007

Sekalipun cinta telah kuuraikan dan kujelaskan panjang lebar
Namun bila Cinta datang aku malu atas uraianku tentangnya.
Walau lidah mampu menguraikan dengan terang
Namun tanpa lidah Cinta menjadi lebih terang.
Kalam dan pena amat terburu-buru menulis tentangnya
Begitu sampai di depan Cinta kata-kata luluh berantakan
Akal tak berdaya menguraikan cinta, bagaikan keledai di lumpur.
Cinta sendirilah yang menerangkan cinta dan percintaan
Matahari membuktikan keberadaannya sendiri melalui sinarnya;
Jika bukti telah datang janganlah wajahmu berpaling darinya
Cinta yang tergantung pada warna bukanlah cinta:
Warna mudah luntur, begitulah cinta sesaat harus kau enyahkan.
Cinta sesaat harus diganti cinta hakiki
Dan apa saja selain “Aku” harus dienyahkan darimu.

” Aku” disini tentunya adalah Allah, hanyalah Allah yang sepantasnya bertahta dalam hati setiap manusia, sehingga semua yang dilakukan manusia apa yang dicintainya akan bersumber dari Allah. Oleh karena itu, kita sebagai manusia biasa, yang belum mencapai pada tingkatan hamba yang memiliki cinta hakiki, hendaknya berusaha membebaskan diri kita, jiwa dan hati kita dari cinta yang dibelenggu nafsu.
Caranya :
1. Jangan jatuh cinta secara fisik saja karena suatu saat kita akan menemukan kekecewaan.
2. Cintailah Suami/Istri, keluarga, Anak dengan sederhana, seperti hal nya dengan hukum aksi reaksi, ketika kita dikecewakan tidak perlu pelampiasan secara negatif, justru kita kembalikan pada Allah sang pemilik cinta, karena dengan rasa sakit ( aksi) akan mengalir obat rohani (reaksi) karena hati kita sudah dipenuhi cinta yang bersumber dari-Nya. maka cintailah yang di dunia ini pada permukaan hati. ( aduh susah ya…)
3. Berani mencintai harus berani disakiti. Pecinta Sejati akan memberikan cinta tanpa pamrih dan sanggup melayani dengan pengabdian.
4. Jaga pandangan dan kelola pandangan dengan baik.
5. Memanage hati dengan baik.

Dengan demikian kita akan terhindar dari cinta yang dusta, cinta yang ngapusi. Nah sekarang, akan ke manakah pilihan cinta itu akan jatuh? Apakah ke dalam cinta yang hakiki atau cinta yang membuat kita jatuh ke dalam api? Semua itu ditentukan oleh hatimu sendiri.”

Wallahu a’lam, kebenaran hanya semata-mata milik Allah,
Semoga bermanfaat.

=================
Yogyakarta, 14 Shafar 1435 H
melepas lelah…..
Ya Allah berilah aku Ridha-Mu
dan jadikan aku pencinta-Mu

gambar diambil darai islamicquotes.com

 
Leave a comment

Posted by on 17 December 2013 in CAKRAWALA, LENTERA HATI, PERSONAL

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: